Selasa, 14 April 2015

Prolog



Tahun 2995 ilmu pengetahuan mengalami kemajuan pesat. Berbagai penemuan baru menjamur di berbagai belahan duna. Robot-robot, alat teleportasi, mutasi gen yang menciptakan mutan, dan bahan kimia yang memberikan dampak besar bagi lingkungan. Hanya dalam waktu setahun telepon sudah tidak dipakai lagi karena adanya teknologi telepati, alat-alat transportasi pun telah digantikan oleh teleportasi. Kasus cacat lahir mendekati angka nol karena dilahirkan dengan pupuk dan bibit terbaik. Begitu pula dengan pekerjaan berat yang dilakukan oleh mutan-mutan yang diciptakan oleh mutasi genetik. Saat itu, ilmu pengetahuan adalah dewa bagi manusia. Apapun dapat dilakukan dengan ilmu pengetahuan. Bahkan yang dulu ketika abad 21 disebut mustahil, sekarang menjadi hal yang dapat dilakukan oleh semua orang.
Empat tahun berlalu, ketika ilmu pengetahuan dapat menjawab segala hal yang ada di muka bumi. Hal itu terjadi hanya dalam kejapan mata. 31 Desember 2999 ketika semua orang sedang merayakan tahun baru yang ke 2999 kalinya. Tiba-tiba secara serentak mutan-mutan, serta robot-robot yang diciptakan oleh manusia melupakan kulitya. Mereka menghianati dan mulai menyerang manusia. Terlihat di surat kabar terakhir pada esok pagi harinya, “AKHIR BAGI RAS MANUSIA”.
Manusia yang bertahan dari hari tersebut berkumpul dalam koloni. Kota yang mereka tinggali menggunakan radiasi yang mencegah monster-monster masuk ke dalam. Berbagai senjata mereka gunakan untuk bertahan hidup dan mempertahankan kelanjutan keturunannya. Dengan harapan suatu saat nanti, kemenangan akan diraih oleh ras manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar