Di dalam sebuah
bar tempat yang sering di kunjungi oleh guild broken sword, ketika semua orang
masih melepas lelah setelah kemarin bermain dengan monster di dungeon seharian
penuh. Ada seseorang yang berlompatan riang di pelantaran bar tersebut,
ditemani oleh seorang lain yang berjalan dengan tatapan datarnya. Orang yang
berlompatan riang tersebut adalah Feara, sedang yang satunya adalah Tax7, meski
anggota lain guild broken sword belum mengetahui nama si Tax7.
“Yo Feara dan
orang pendiam, pagi-pagi sudah bersemangat. Apa ada hal bagus yang telah
terjadi?” sapa ketua pagi itu.
“Dengar ketua,
pagi ini ketika aku melihat kalender, ketua tahu apa yang aku lihat?” kata
Feara balik bertanya.
“Ayolah, jangan
buat orang tua ini penasaran hahaha,” kata ketua diselingi oleh tawa khasnya.
“Sebenarnya
hari ini...”
“Hari pengujian
kenaikan tingkat. Jika dia lulus maka ia akan mendapatkan sertifikat untuk
memasuki dungeon,” kata Elbow yang tiba-tiba datang entah darimana dan langsung
menyambar pembicaraan Feara dan ketua.
“Yo Elbow, seperti
biasa kau sangat cantik,” kata ketua memuji.
“Terima kasih,”
kata Elbow.
“Tunggu-tunggu-tunggu!
Itu seharusnya kalimatku!” kata Feara memelototi Elbow.
“Sama saja
bukan, kau selalu mempermasalahkan hal kecil seperti itu, dasar pemula,” kata
Elbow memancing keributan.
“Siapa yang kau
panggil pemula? Mulai hari ini aku akan satu tingkat denganmu!” balas Feara
tidak mau kalah.
“Itu hanya jika
kau lulus ketika ujian nanti,” balas Elbow.
“Hah, lihat saja kekuatan ku saat ujian nanti.
Meski begini aku cukup kuat lho, betul kan, Tax?” tiba-tiba Feara menengok
kepada Tax7 dan melibatkannya ke dalam perbincangan.
“Tax?” kompak
seluruh anggota guild yang sedang berkumpul saat itu saling
berpandang-pandangan.
“Ah, aku lupa
memperkenalkannya, dia...”
“Tax7 (baca Tax
seven), kalian bisa memanggilku begitu,” kata Tax7 yang memang sejak awal tidak
terlalu banyak bicara. Seperti respon Feara yang pertama kali mendengar suara
dari Tax7 anggota guild pun terkaget sampai-sampai mengeluarkan bir yang
sebelumnya hendak ditegak.
“Dia bicara!” kata hampir seluruh anggota guild kompak
berteriak. Orang yang dimaksud hanya menatap datar sambil sedikit memiringkan
kepalanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar