Selasa, 28 April 2015

Snipe! 1



Di dalam sebuah bar tempat yang sering di kunjungi oleh guild broken sword, ketika semua orang masih melepas lelah setelah kemarin bermain dengan monster di dungeon seharian penuh. Ada seseorang yang berlompatan riang di pelantaran bar tersebut, ditemani oleh seorang lain yang berjalan dengan tatapan datarnya. Orang yang berlompatan riang tersebut adalah Feara, sedang yang satunya adalah Tax7, meski anggota lain guild broken sword belum mengetahui nama si Tax7.
“Yo Feara dan orang pendiam, pagi-pagi sudah bersemangat. Apa ada hal bagus yang telah terjadi?” sapa ketua pagi itu.
“Dengar ketua, pagi ini ketika aku melihat kalender, ketua tahu apa yang aku lihat?” kata Feara balik bertanya.
“Ayolah, jangan buat orang tua ini penasaran hahaha,” kata ketua diselingi oleh tawa khasnya.
“Sebenarnya hari ini...”
“Hari pengujian kenaikan tingkat. Jika dia lulus maka ia akan mendapatkan sertifikat untuk memasuki dungeon,” kata Elbow yang tiba-tiba datang entah darimana dan langsung menyambar pembicaraan Feara dan ketua.
“Yo Elbow, seperti biasa kau sangat cantik,” kata ketua memuji.
“Terima kasih,” kata Elbow.
“Tunggu-tunggu-tunggu! Itu seharusnya kalimatku!” kata Feara memelototi Elbow.
“Sama saja bukan, kau selalu mempermasalahkan hal kecil seperti itu, dasar pemula,” kata Elbow memancing keributan.
“Siapa yang kau panggil pemula? Mulai hari ini aku akan satu tingkat denganmu!” balas Feara tidak mau kalah.
“Itu hanya jika kau lulus ketika ujian nanti,” balas Elbow.
 “Hah, lihat saja kekuatan ku saat ujian nanti. Meski begini aku cukup kuat lho, betul kan, Tax?” tiba-tiba Feara menengok kepada Tax7 dan melibatkannya ke dalam perbincangan.
“Tax?” kompak seluruh anggota guild yang sedang berkumpul saat itu saling berpandang-pandangan.
“Ah, aku lupa memperkenalkannya, dia...”
“Tax7 (baca Tax seven), kalian bisa memanggilku begitu,” kata Tax7 yang memang sejak awal tidak terlalu banyak bicara. Seperti respon Feara yang pertama kali mendengar suara dari Tax7 anggota guild pun terkaget sampai-sampai mengeluarkan bir yang sebelumnya hendak ditegak.
“Dia bicara!” kata hampir seluruh anggota guild kompak berteriak. Orang yang dimaksud hanya menatap datar sambil sedikit memiringkan kepalanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar