“Tak bisa
dipercaya, kau pingsan hanya karena lapar?” kata Feara memperhatikan orang
mencurigakan tersebut makan.
“Hei, biarkan
saja dia. Ini adalah balasanku untuk menyelamatkanku di dungeon tempo hari,”
kata Elbow membalas. Yang dibicarakan hanya diam sambil menyantap apapun yang
ada di atas meja makan.
“Entah kenapa
aku merasa tidak akan akrab dengan makhluk seprtinya,” kata Feara hendak
mengambil potongan daging ayam di meja bersamaan dengan tangan orang
mencurigakan tersebut yang hendak mengambil potongan yang sama. Mata keduanya
pun bertemu dan saling mengibarkan bendera perang.
“Benarkah?
Meski pun ia tidak banyak bicara, tapi entah kenapa aku menyukainya,” kata
Elbow.
“Kami pulang,”
kata serombongan anggota guild yang baru pulang dari dungeon. Mereka disambut
penjaga bar. Sudah menjadi kontrak bahwa barang-barang dungeon harus disisihkan
untuk bar tempat base camp guild broken sword tersebut.
“Feara, Elbow
dan... kalian sudah pulang?” kata ketua terputus sejenak melihat orang ketiga
diantara Feara dan Elbow.
“Ketua, selamat
datang,” kata Elbow sambil tersenyum. Feara hanya mengangguk pelan, diikuti
oleh orang ketiga yang lalu melanjutkan santapannya.
“Jadi, siapa
orang ditengah yang sedang makan itu?” kata ketua. “Tentunya kalian akan
memperkenalkannya pada kami semua bukan?”
“Kami bahkan
tidak tahu namanya, sejak awal bertemu, ia tidak berbicara satu patah katapun,”
kata Elbow.
“Tidak ada
lencana guild atau lambang sekolah,” kali ini Feara yang angkat bicara.
“Yah setiap
orang pasti punya masalahnya sendiri, tak terkecuali dirinya. Hahaha... bila ia
memang ingin membicarakannya, cepat atau lambat ia akan berbicara,” kata ketua
dengan tawa khasnya. Orang yang dibicarakan tanpa peduli sekitarnya terus
menyantap makanan yang ia lahap.
Hari berlalu dengan cepat, malam pun tiba tanpa
memberi peringatan. Begitu pula dengan hari esok yang akan datang tanpa
permisi. Hanya tinggal beberapa hari sebelum pagi itu tiba, pagi disaat mentari
tidak memberikan kehangatan. Tanpa permberitahuan tanpa permisi, bagai tamu
yang tak diundang dalam sebuah pesta besar. Seperti 10 tahun yang lalu dimana
umat manusia berhadapan dengan musuh baru di dunia ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar